Rm. Robertus Hardiyanta, Pr

“MELALUI SENI KITA LAWAN KEKERASAN” 

Dalam rangka menyambut Tahun Iman yang dicanangkan oleh Bapa Suci Paus Benedictus XVI (11 Oktober 2012 s.d 24 November 2013) dan merayakan hari Ulang Tahun Paroki ke 55, Paroki Santa Perawan Maria Di Fatima Sragen menyelenggarakan Gelar Budaya dari tanggal 1 s.d. 8 Desember 2012. Gelar Budaya ini juga dimaksudkan sebagai upaya untuk menghimpun dana pembangunan Taman Doa Santa Perawan Maria Di Fatima yang dibangun di dusun Ngrawoh, kecamatan Gesi, kabupaten Sragen sebagai salah satu tempat untuk mengembangkan iman.

Mengapa Gelar Budaya? Dalam sejarah kita tahu bahwa kehidupan beriman dan beragama itu melahirkan tradisi, kultur, peradaban dan juga seni. Tidak sedikit, bahkan boleh dikatakan hampir semua seni lahir sebagai bentuk atau wujud kecerdasan spiritual. Mulai dari seni bangunan, seni musik, seni drama, seni tari, seni pahat, seni lukis, seni ukir dan kriya dalam membuat peralatan-peralatan ibadat, seni dalam membuat busana hingga seni merangkai bunga semua terinspirasi dari iman. Karya-karya seni yang unggul dan berkwalitas terinspirasi dan menjadi bentuk atau merupakan produk yang lahir dari iman.

Dengan kata lain, seni adalah bahasa iman, malah bisa dikatakan bahasa iman yang otentik. Sebaliknya seni juga bisa menjadi “pintu masuk” (porta fidei) bagi seseorang ke dalam iman. Seorang seniman sejati sesungguhnya adalah seorang yang memiliki religiositas yang dalam. Di dalam seni-lah terjadi titik temu pribadi-pribadi yang memiliki “sense of religion”, titik temu para pencari dan penganut kebenaran sejati.

Gelar budaya yang diselenggarakan oleh paroki Santa Perawan Maria Di Fatima Sragen ini sekaligus juga dimaksudkan sebagai salah satu upaya dari lingkup terbatas untuk meng-“counter” maraknya kekerasan, tawuran massal dan tindak anarkis atau destruktif yang hampir setiap hari menjadi suguhan yang diekspose oleh berbagai media dan ditayangkan oleh berbagai media elektronik. Orang yang tahu seni tidak akan melakukan tindak kekerasan. Pepatah dari tanah Ambon kurang-lebih mengatakan: “Jika Anda datang di suatu tempat dan Anda mendengar orang bernyanyi, yakinlah bahwa Anda akan diterima sebagai saudara.”

Sragen adalah salah satu kabupaten di wilayah Jawa Tengah bagian timur yang masih menyimpan aneka budaya tradisional. Mulai dari seni batik, cokekan, macapatan, tayub’ dll; dan jangan lupa bahwa banyak pesinden berasal dari Sragen. Dengan adanya gelar budaya ini diharapkan juga agar “Dari Sragen kita sebar-luaskan budaya anti kekerasan, hidup damai dan hidup yang berperadaban.”

Gelar Budaya ini bertajuk “Ars Longa, Vita Brevis”,  “Seni itu (butuh waktu yang) panjang, tapi hidup itu singkat”,  “Seni Tan Winates, Gesang Menika Ringkes.”  Untuk membangun sebuah peradaban dibutuhkan waktu yang sangat lama, sementara hidup manusia di duni ini begitu singkat. Maka peradaban itu harus dibangun lintas generasi, lintas agama dan juga lintas negara.

Dengan ini saya sampaikan terimakasih atas partisipasi berbagai pihak yang turut berperanserta menyukseskan Gelar Budaya ini. Terimakasih kepada para pemrakarsa dan segenap panitia Gelar Budaya ini. Terimakasih kepada para seniman lukis dari beberapa negara, para artis tingkat nasional, para perupa setempat, termasuk para Rama yang berkenan menyumbangkan lukisan, para penampil baik dari paroki maupun luar paroki. Trimakasih tak terhingga juga kami sampaikan kepada para donator dan kolektor benda-benda seni yang memberikan apresiasi atas hasil karya para seniman dan berkenan untuk ikut dalam lelang hasil karya seni dalam kesempatan ini. Keikutsertaan, keterlibatan dan sumbangsih Anda menjadi bukti dan wujudnyata dukungan untuk merintis segala usaha melawan segala macam bentuk kekerasan lewat karya seni.

“Di bumi Sukowa-ti kita berdatang-an dan membulat-kan tek-ad untuk kerja-sama

“Melalui se-ni kita memuliakan Tu-han dan menebar-kan berk-at bagi se-sama.”

 

Rm. Robertus Hardiyanta, Pr

Romo Paroki Santa Perawan Maria di Fatima Sragen

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s