Aksi memukau Hudson, bintang IMB

DSC_0729_resize_resize

Siapa yang tidak mengenal Hudson Prananjaya, bintang IMB (Indonesia Mencari Bakat). Minggu (02/12) Hudson datang ke Gereja Katolik Santa Perawan Maria di Fatima Sragen turut memeriahkan pembukaan Gelar Budaya Paroki Sragen.

DSC_0727_resize_resizeKedatangan artis ibu kota ini memang sangat ditunggu, meski datang agak siang para penonton setia menunggu dan saat kedatangannya langsung disambut meriah. “Ini merupakan pertama kalinya saya datang dan & tampil di kota Sragen. Luar biasa sambutan masyarakat Sragen yang telah datang dan menyaksikan.”ucap Hudson kepada penonton.

Baca lebih lanjut

Iklan

Lelang Lukisan

DSC_0691_resize_resize

Selain lukisan yang dipamerkan, ada juga lukisan yang dilelang. Minggu (02/12)  Acar lelang digelar di  Gereja Katolik Santa Perawan Maria di Fatima Sragen. Hasil Lelang Lukisan ini akan disumbangkan untuk pembangunan Taman Doa & Goa Maria Fatima Ngrawoh Sragen. Yang menarik adalah semakin sore, persaingan harga lelang lukisan semakin seru,  para peserta lelang tampak bersaing untuk mendapatlan lukisan yang diinginkan. Lelang Lukisan ini dipandu oleh dua MC yakni Romo Agustinus Agus Supriyadi, Pr dan Bang IGE. Sedangkan Hakim Lelang adalah Bp. Ignatius Sarono. Selain itu juga didukung Tim Administrasi & Bendahara dari Ibu Anna dkk serta tim among tamu dan perlengkapan dari OMK Sragen.

DSC_0694_resize_resize

Harga lukisan tertinggi yang terjual dalam lelang ini adalah lukisan “Taman Sari in Bali” karya Daniel Rogers (Amerika Serikat) dengan Rp. 30 juta, diurutan kedua adalah lukisan “Bunda Maria dan Penari Cilik” karya R. Rudy Acmadi (Indonesia) dengan harga Rp. 25 juta .

Baca lebih lanjut

Pembukaan Gelar Budaya & Pameran Lukisan


IMG_9699_resize_resize

Pameran Lukisan, Minggu (02/12) dibuka oleh Vikep Surakarta Rm. Antonius Budi Wihandono, Pr  yang ditandai dengan pemukulan gong & pemotongan pita oleh Romo Vikep Surakarta. Pameran Lukisan ini digelar di Aula SMP Saverius Sragen selama satu minggu (1-8 Desember 2012) 

IMG_9690_resize_resize

Dalam sambutannya, Romo Vikep mengatakan sangat mendukung kegiatan ini dan semoga bisa memelihara budaya bangsa dan menjalin persaudaraan antar umat beragama. 100 tahun lalu kita belum ada, tapi seni sudah ada. 100 tahun lagi kita sudah tidak ada tetapi seni tetap ada. Maka tepat sekali kalau yang dipakai tema acara ini Ars Longa Vita Brevis, seni tan winates gesang punika ringkes. Profisiat untuk Perayaan Ulang Tahun Paroki Sragen ke-55 dan yg sedang membangun di Ngrawoh. Semoga menghasilkan sesuatu yang baik dan pembangunan Taman Doa & Goa Maria Fatima Ngrawoh segera terwujud dengan baik sehingga umat bisa menimba hidup rohani dari bunda Maria. 

Baca lebih lanjut

Tarian Poncosari Didik Ninik Thowok

DSC_0585_resize_resize

Gelar Budaya Paroki Sragen,Minggu (02/12) dihibur oleh penampilan dari Seniman Nasional Didik Nini Thowok. Menurut mas Didik tarian ini merupakan perpaduan dari 5 elemen: China, India, Barat, modern dan tradisional.  Tarian Didik Nini Thowok yang begitu lentur dan lemah gemulai tampil menghibur di halaman Gereja Katolik Sragen. Penampilan Didik Nini Thowok ini mendapat sambutan meriah para penonton yang hadir memenuhi halaman Gereja Katolik Santa Perawan Maria di Fatima Sragen. Ia mampu membuat penonton berdecak kagum dengan penampilan tariannya yang menghibur dan jenaka. Bahkan diakhir penampilannya Mas Didik juga menyanyikan sebuah lagu rohani yang mendapat aplaus dari para penonton.

DSC_0588_resize_resize

Baca lebih lanjut

Hari I: PARADE SENI & BUDAYA

DSC_0470_resize

Paroki SragenParade Seni & Budaya menampilkan aneka kesenian & budaya lokal yang ditampilkan dari 11 wilayah yang ada di paroki Sragen dan digelar selama 2 hari, Sabtu (01/12) dan Minggu (02/12) dan tampilan dari wilayah-wilayah ini dilombakan.

DSC_0486_resize_resize

Parade Seni & Budaya ini mengajak orang untuk lebih mencintai dan memelihata tradisi budaya bangsa. Parade Seni & Budaya ini menampilkan persembahan dan tampilan dari 11 Wilayah yang ada di Paroki Sragen.

Baca lebih lanjut

Soft Opening Gelar Budaya

DSC_0456_resize

Paroki SragenSoft Opening Gelar Budaya Paroki Sragen, Sabtu (01/12)  di halaman Gereja Katolik Santa Perawan Maria berjalan meriah. Usai Misa Sabtu sore, musik panggung sudah dimainkan memanggil umat untuk berkumpul di depan panggung acara yang akan digelar sebagai tanda akan dimulainya Soft Opening.

DSC_0460_resize

Romo Robertus Hardiyanta, Pr (Romo Paroki Sragen) dalam sambutannya menyatakan sangat mendukung dan mengapresiasikan kegiatan Gelar Budaya & Pameran Lukisan ini . Dengan adanya gelar budaya ini diharapkan agar “Dari Sragen kita sebar-luaskan budaya anti kekerasan, hidup damai dan hidup yang berperadaban.” Gelar Budaya ini bertajuk “Ars Longa, Vita Brevis”,  “Seni itu (butuh waktu yang) panjang, tapi hidup itu singkat”,  “Seni Tan Winates, Gesang Menika Ringkes.” Untuk membangun sebuah peradaban dibutuhkan waktu yang sangat lama, sementara hidup manusia di duni ini begitu singkat. Maka peradaban itu harus dibangun lintas generasi, lintas agama dan juga lintas negara.

DSC_0462_resize

Gelar Budaya ini setiap hari menampilkan berbagai kesenian yang beraneka ragam. Selain melibatkan seniman umat Katolik Sragen juga melibatkan seniman lintas agama.

Usai sambutan, acara langsung dilanjutkan dengan parade kesenian dari 5 Wilayah di Paroki Sragen, namun sebelumnya dibuka dengan penampilan Gebyar Kontemporen Art Siluet OMK Sragen.

Baca lebih lanjut

Anatasia Astutie: Menyanyi Keroncong Untuk Tuhan

astutiSatu lagi artis nasional yang datang di GELAR BUDAYA PAROKI SRAGEN di Gereja Katolik Santa Perawan Maria di Fatima Sragen pada malam penutupan Sabtu, 08 Desember 2012 pukul 19.00 WIB, yaitu ANASTASIA ASTUTIE.

ANASTASIA ASTUTIE adalah penyanyi keroncong terkenal di negeri ini. Artis kelahiran Solo, 5 April 1954. Penyanyi berpenampilan anggun dan keibuan ini ini mengawali karirnya dengan dengan mengikuti berbagai ajang lomba di kota kelahirannya. Dari tahun 1967 -1969 ia selalu menjadi juara pertama. Awal 1980, ia hijrah ke Jakarta untuk mengembangkan karirnya

Sepanjang karirnya sebagai penyanyi  selama belasan tahun, ia telah melahirkan belasan album musik rohani maupun sekuler,baik berbahasa Indonesia maupun bahasa Jawa.  Jenis musik yang diusungnya pun beraneka ragam: pop, keroncong, langgam jawa, campusari hingga dangdut.

Anastasia Astutie sudah menerbitkan tiga album keroncong rohani. Album ”Pitados Ing Gusti” merupakan album ketiganya yang berisi 10 lagu. Sebelumnya, Anastasia merilis album ”Keroncong Rohani Kidung Jawa Adi” dan ”Keroncong Rohani Indonesia”.

Anastasia sudah lama menekuni dunia tarik suara. Sebutan sebagai penyanyi serba bisa pantas disematkan padanya, karena ia tak hanya piawai menyanyikan salah satu jenis musik. Selain musik keroncong, ia juga piawai menyanyikan lagu-lagu berirama pop, campur sari, dan dangdut.